Subscribed unsubscribe Subscribe Subscribe

Mitos Seputar Asuransi Yang Beredar

f:id:kalangkang:20150511160032j:plain

Kesadaran masyarakat Indonesia tentang pentingnya memiliki asuransi memang masih rendah. Meski pemerintah sudah mewajibkan masyarakat untuk ikut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), namun mitos yang beredar di masyarakat mempengaruhi orang memilih tidak memiliki asuransi.

Ini yang perlu diluruskan, asuransi merupakan bagian penting dari perencanaan keuangan. kelak ketika terjadi masalah, ia baru sadar seharusnya sudah sejak lama membeli produk asuransi.

Agar kita tidak termakan gosip atau mitos tentang asuransi yang belum tentu benar, sebaiknya anda mengetahui mitos-mitos seputar asuransi yang populer.

1. Masih mudah tidak perlu asuransi.
Semakin cepat atau semakin muda Anda membeli asuransi, anda bisa mendapatkan premi yang lebih rendah. asuransi juga akan menjamin biaya-biaya yang anda keluarkan bila anda mengalami masalah kesehatan kelak.

2. Hanya orang yang berkeluarga butuh asuransi.
Mereka yang sudah menikah dan memiliki anak mungkin punya kewajiban membeli asuransi. Meskipun begitu, ada banyak contoh dimana para lajang juga memiliki asuransi. Ketika si lajang datang dari keluarga yang kurang berada, ia bisa meninggalkan klaim asuransi untuk keluarganya bila terjadi masalah padanya. Jadi, ia mengambil asuransi untuk memastikan keluarganya tidak mengalami masalah keuangan saat ia sudah tak ada.

3. Ada asuransi dari perusahaan, untuk apa beli asuransi lagi?
Banyak perusahaan yang menyediakan asuransi jiwa atau asuransi kesehatan untuk karyawannya, yang nilainya mungkin setara dengan gaji Anda setahun. Hal ini mungkin saja merupakan benefit bagi Anda, tetapi bagaimana jika Anda tak bekerja lagi di perusahaan tersebut? Bukankah Anda tak bisa meramal kapan Anda akan mengalami risiko-risiko yang mungkin terjadi?

4. Asuransi jiwa umumnya terlalu mahal.
Saat akan membeli asuransi, Anda akan diberi pilihan untuk biaya premi yang sesuai dengan kemampuan Anda. Premi yang dipilih orang yang masih muda tentu akan lebih rendah daripada orang yang sudah tua. premi bisa dibayar setiap bulan atau tahunan. Nilai premi ini bisa Anda tingkatkan ketika kondisi keuangan Anda semakin baik.

5. Membeli asuransi itu rumit.
saat ini financial planner alias agen asuransi sudah menerapkan jemput bola. Artinya, merekalah yang mendatangi Anda dan mengurus segala sesuatunya. Memang dibutuhkan waktu untuk memproses pembelian asuransi Anda, termasuk persetujuan permintaan asuransi yang Anda ajukan. Anda juga bisa membandingkan sendiri dengan produk asuransi lainnya. Jika masih kurang jelas, Anda bisa menjadwalkan pertemuan lagi dengan agen Anda.

Faktanya adalah kebanyakan nasabah asuransi berumur panjang karena di doakan oleh segenap karyawan dan agen asuransi, sehingga tahun depan dan tahun-tahun berikutnya nasabah bisa tetap membayar premi asuransinya sehingga mereka semua tetap bisa bekerja dan di gaji oleh perusahaan.